Sahabat Menulis

PEMBELAJARAN MENULIS PUISI

SUGIANTO

Pengajar pada SDN Tanggungan II

Kecamatan Ngraho

KEINGINAN

Langkah –langkah pembelajaran

  1. masing-masing anak menulis di satu lembar kertas (kolaborasi)
  2. Setiap anak menulis minimum satu baris, maksimum tiga baris
  3. Baris itu dimulai dengan Aku ingin …
  4. Baris itu berisi  sebuah warna, seorang manusia, sebuah tempat (jalan, desa, kota, negara, benua)
  5. Waktu menulis 3’ (menit)
  6. Kertas dikumpulkan pada guru
  7. Guru membacakannya
  8. Hasil akhir puisi merupakan puisi gabungan atau puisi bersama

Contoh :

Aku inigin jadi penerjun melompat dari ketinggihan 3.000 meter dengan payung udara biru tua dan mendarat tepat di pekarangan bagian depan rumah calon mertua

SIMILE

Langkah-langkah pembelajaran

  1. Setiap anak menulis sebuah puisi, terdiri dari 4 – 7 baris
  2. Di setiap baris ada simile atau perbandingan, dengan menggunakan kata seperti atau mirip

Contoh:

Suara guruh di langit seperti orang main boling,

Gigi pacarku indah teratur mirip biji mentimun,

Gugus awan di langit seperti kapas bertebaran

Negara kita berantakan mirip kota dibom habis-habisan

BUNYI

Langkah-langkah pembelajaran

1. Setiap anak menulis sebuah puisi, terdiri dari 4 – 7 baris,

2. Di setiap baris ada bunyi, berasal dari benda, hewan, mesin, instrumen musik atau apa saja yang mungkin mengeluarkan bunyi,

Contoh:

Sebongkah batu tergelincir di tebing, masuk sungai dan berbunyi plung,

Ada kucing hitam larut malam mengeong miaaau!

Ngak-ngik-ngok itu bunyi musik The Beatles menurut Bung Karno,

Tetanggaku bilang orang main pingpong nil nol nil nol nil nol,

Di Jawa Barat ayam berkokok kongkorongok, di Jawa Tengah kukuruyuk.

ALAM

Langkah-langkah pembelajaran

  1. Setiap anak menulis sebuah puisi, terdiri dari 4 – 7 baris,
  2. Di setiap baris ada kata
v (pilih salah satu) gunung, bukit, laut, danau, langit, awan, sungai, dan semacamnya
v sebuah warna

Contoh:

Danau yang luas itu terbentang biru,

Sungai keluar dari ujung danau yang berhutan hijau,

Awan berarak putih tulang, berhenti di atas curamnya jurang,

Kini aku meluncur jadi angin, tanpa warna dan dingin.

MIMPI

Langkah-langkah pembelajaran

  1. Setiap anak menulis sebuah puisi, terdiri dari 4 – 7 baris,
  2. Puisi dimulai dengan Akubermimpi
  3. Dalam puisi masukkan unsur    (Warna, bunyi, manusia, nama tempat)

Contoh:

Aku bermimpi seluruh RT/RW-ku di malam hari berwarna puith salju,

Terdengar ada tetangga yang bermain kecapi Cianjuran,

Berkata hansip tetangga kami, “Wah, klining-klining itu merdu sekali”,

Di dalam mimpi itu aku tertidur lalu bermimpi tentang kecapi itu lagi.

FANTASI TAK MASUK AKAL

Langkah-langkah pembelajaran

1.Setiap anak menulis sebuah puisi, terdiri dari 4 – 7 baris,
2.Puisi dimulai dengan kutemukan
3.Dalam puisi itu masukkan unsur-unsur (warna, hewan/benda, alam)

Contoh:

Kutemukan buaya mengigit kaki gunung

Gunung itu menjerit kesakitan

Lalu hujan turun menyerakkan bocoran tiga ribu botol syampu

Gunung kedinginan dan awan putih membelit lehernya

METAFOR

Langkah-langkah pembelajaran

1.Setiap anak menulis sebuah puisi, terdiri dari 4 – 7 baris,
2.Disetiap bsris ada metafor atau perbandingan, menggunakan kata adalah,
3.Dalam puisi masukkan unsur (warna, hewan/ benda, tempat, manusia, alam)

Contoh:

Gerimis turun dari langit adalah air mata pengungsi yang malang nasibnya,

Awan tebal di lereng bukit adalah bantal unggas kelelahan terbang panjang,

Samudra Pasifik biru adalah akuarium Tuhan yang amat indahnya,

Hari depanku adalah kepalaku di mulut buaya meganga akan terkatup kapan saja.

MENJELMA HEWAN, MENJELMA BENDA

Langkah-langkah pembelajaran

  1. Setiap anak menulis sebuah puisi, terdiri dari 4 – 7 baris,
  2. Dalam puisi ini siswa seakan-akan menjelma menjadi hewan (semut, lebah, kucing, kuda, gajah dst) atau menjadi benda (pensil, terompah, televisi, mobil, pestol, kapal terbang dst)
  3. Di dalam puisi ini ada nama seekor hewan atau sebuah benda.
  4. Ke dalam puisi itu memasukkan unsur (warna, bunyi, manusia, tempat, alam)

Contoh:

Setiap hari Sabtu aku memakai kaos oblong ketet, belang-belang, putih dan hitam warnanya,

Setiap hari Sabtu aku menjadi zebra, bertugas di kebun binatang Surabaya,

Kalau lapar aku melenguh muu, muu, muu

Anak kecil suka memegang ekorku

Tiba magrib, langit gelap, aku pulang dan kubuka kaus oblongku.

LATAR PENDENGARAN MUSIK

Langkah-langkah pembelajaran

  1. Perdengarkan karya musik instrumental (tana penyanyi) klasik, pop, keroncong, rock, jazz, deru kereta api, ombak lautan dll.
  2. Siswa diminta memusatkan pikiran, mendengarkan dengan mata tertutup. Sesudah itu tanyakan kepada peserta citra-citra apa saja yang mereka lihat dalam konsentrasi itu. Perasaan apa yang menyusup dalam renungan mereka. Kota mana? Negara apa? Benua mana? Manusia seperti apa? Alamnya? Peristiwa bagaimana? Semua itu bahan untuk ditulis dalam puisi.
  3. Perdengarkan musik yang lain dan minta peserta menulis puisi.
  4. Pada tahap ini, sesudah melalui latihan-latihan terdahulu, peserta bebas menentukan untuk menulis puisi dengan cara mana, apakah akan melalui dengan AkuIngin…, Aku Bermimpi …, Kutemukan …, FantasiTakMasuk Akal…, atau tidak memakainya sama sekali.
  5. Sesudah lima belas menit puisi dikumpulkan, kemudian dibacakan di depan kelas.

Contoh:

Cuaca Amerika Selatan yang sangat bersahabat

Langitnya biru cerah, memberiku Malaguena yang indah

Irama menghentak-hentak, pinggang bergoyang-goyang

Tubuh semua orang seras melayang-layang

Dipesta besar ini, satu porsi seratus ribu rupiahnya

Musik bising Pepito Cha Cha dan Kopi Dangdut pula

Ikan patin, dendeng balado, nasi bali dan spaghetti Italia

Bertebaran di atas meja sepuluh meter panjangnya

Sampaikah ke kamp pengugsi saudara kita

Lima ratus ribu banyaknya, tak makan, tak bersuara

Terima kasih

  1. SDN Jono I
    6 Oktober 2011 pukul 8:43 am

    terima kasih ilmunya inovatif..

    Suka

  2. 20 Februari 2013 pukul 5:40 pm

    baguzzzzz….aplikatif….

    Suka

  3. sdn jono 3
    14 Maret 2013 pukul 7:50 pm

    perlu dicoba tuh..(y)

    Suka

  4. anas
    6 Mei 2013 pukul 10:54 pm

    gurux baik-baik. apalagi uswatun hasanah. cantik sekali.a anas

    Suka

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: