Beranda > Penilaian Kinerja Guru > Manisnya Gadis Cantik PTK

Manisnya Gadis Cantik PTK


Ibarat Gadis,…

Ialah gadis yang cantik jelita

Bunga desa yang pendiam

Menyimpan banyak tanya

Akhir-akhir ini banyak teman-teman yang bertanya seputar “PTK”. Banyak kalimat tanya yang sering dilontarkan. Demikian juga banyak jawaban yang mencoba memberikan  penjelasan. Namun entah karena “gadis cantik” tetap saja ingin tahu apa sih PTK?. Untuk mendapatkan jawaban secara teori memang tidak begitu sulit. Ada banyak sumber yang telah menjelaskan.

Penjelasan secara praksis inilah yang sebenarnya diburu “sayang” hanya diburu tanpa ada kepastian kapan dikerjakan. Hee..hee…

Ada baiknya setelah membaca ini langsung saja dipraktikkan. Supaya tidak penasaran lagi, bagaimana manisnya gadis cantik PTK.

 Bagaimana menetapkan masalah PTK?

Identifikasi dan kumpulkan semua permasalahan yang terjadi pada pembelajaran yang biasa dilakukan.

  • Prinsip 1: permasalahan harus dialami sendiri oleh guru dan siswa yang bersangkutan, bukan pihak lain (misalnya guru lain, kelas lain, atau sekolah lain).
  • Prinsip 2: permasalahan harus terkait dengan materi pelajaran yang diajarkan guru, bukan topik di luar mata pelajaran.
  • Petunjuk 1: masalah yang dipilih tidak terlalu sederhana, tapi juga tidak terlalu rumit.
  • Petunjuk 2: masalah yang memungkinkan dilakukan siklus (untuk mengulangi tindakan solusi).
  • Catatan : Bisa terjadi bahwa suatu hal bagi guru yang satu merupakan masalah, namun bagi guru yang lain bukan merupakan masalah. Namun, setiap guru pasti memiliki masalah. Analoginya, setiap orang pasti memiliki masalah kesehatan, seberapa pun kecilnya. Mungkin bagi seseorang masalah kesehatan paling besar adalah menurunkan berat badan, kulit kurang cerah, atau susah tidur, dan mungkin bagi orang lain masalah kesehatannya adalah penyakit yang lebih besar semisal demam, patah tulang, atau penyakit jantung.

Tetapkan tingkat kegentingan (emergency) dan kepentingan (urgency) dari setiap
masalah

  • Prinsip 1: masalah dianggap genting bila masalah tsb dapat mengakibatkan masalah lain yang lebih besar jika tidak segera dipecahkan.
  • Prinsip 2: masalah dianggap penting bila masalah itu langsung berhubungan dengan    kemajuan   belajar    siswa    (baik    kognitif,    afektif,    maupun psikomotoriknya)
  • Petunjuk 1: buat skala prioritas berdasarkan kemampuan (guru), waktu, biaya, dan sarana yang harus tersedia.

Pilih yang paling genting dan paling penting untuk dipecahkan.

  • Petunjuk 1: dua atau lebih masalah mungkin dapat dipecahkan dengan tindakan yang sama.
  • Catatan : bisa terjadi masalah yang paling penting dan genting bagi guru yang satu, bukan menjadi masalah yang paling genting dan penting bagi guru yang lain. Jadi, dalam memilih masalah, jangan berdasarkan pada orang lain, namun harus didasarkan pada guru bersangkutan.

Bagaimana memilih tindakan untuk memecahkan masalah tsb?

Selidiki mengapa masalah tersebut dapat terjadi? Apa saja hal-hal yang mungkin menyebabkan masalah tersebut terjadi?

  • Catatan : analog seperti masalah kesehatan, bahwa kita perlu mendiagnosa apa yang mungkin menjadi penyebab penyakit tersebut. Demikian pula dengan masalah pada PTK. Dengan mengetahui hal-hal yang terkait dengan masalah tersebut, maka pemilihan tindakan dapat lebih rasional dan akurat.

Pelajari berbagai macam tindakan dalam pembelajaran, kelebihan dan kekurangannya. Kumpulkan pula hasil penelitian yang mendukung tindakan tsb.

  • Petunjuk : tindakan dapat berupa metode atau teknik pembelajaran (misalnya metode eksperimen tipe A, metode diskusi kelompok tipe B), cara interaksi belajar mengajar (misalnya bertanya secara kelompok, bertanya dengan teman, bertanya dengan tulisan, menjawab dengan kertas) atau cara mengelola kelas termasuk sarana dan prasarana (misalnya susunan kursi melingkar, belajar di taman, penggunaan teknologi).

Pilih salah satu tindakan yang paling memungkinkan dapat memecahkan masalah PTK.

  • Prinsip       : tindakan yang dipilih harus rasional dan aplikabel (dapat diterapkan)
  • Catatan      : seperti memilih obat untuk menyembuhkan penyakit, maka kita harus selektif dan tepat dalam memilih obat. Jadi, jangan sampai tindakan yang kita pilih tidak sesuai dengan masalah.

Terhadap tindakan yang dipilih, rumuskan langkah-langkah tindakan tersebut secara teknis

  • Petunjuk    : langkah-langkah tindakan menggambarkan apa yang dilakukan guru, apa yang dilakukan siswa, dan sarana atau prasarana apa yang harus dipersiapkan.
  • Catatan      : jika tindakan tidak dijabarkan secara teknis, maka akan sulit untuk mengidentifikasi apa yang harus diperbaiki bila dalam sekali ujicoba (siklus) belum diperoleh hasil yang diharapkan.

Bagaimana merumuskan masalah PTK?

Nyatakan rumusan masalah dengan kalimat tanya.

Nyatakan rumusan masalah lebih dari satu, minimal terdapat satu masalah untuk menjawab hasil (dengan ciri pertanyaan: Apakah ….), dan satu masalah untuk menjawab proses (dengan ciri pertanyaan: Bagaimana …. )

Contoh:

Apakah metode pembelajaran koorperatif tipe ABC dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika pada siswa kelas V SD Maju Kecamatan Tanggap Kabupaten Hebat?

Bagaimana (penerapan) metode pembelajaran koorperatif tipe ABC (yang) dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika pada siswa kelas V SD Maju Kecamatan Tanggap Kabupaten Hebat?

  • Prinsip       : dengan telah dirumuskannya masalah PTK, maka kegiatan penelitian difokuskan untuk mencari jawab terhadap masalah tersebut dengan melakukan aksi (tindakan) yang ada. Walaupun demikian, harus juga dijaga dan direkam agar perlakuan tindakan tersebut tidak menimbulkan masalah baru
  • Petunjuk : Walaupun bukan suatu keharusan, namun dengan melaporkan komponen-komponen penting lainnya dalam hasil penelitian, akan turut mendukung bahwa PTK yang dilakukan  selain berhasil  menuntaskan masalah juga tidak menimbulkan masalah baru. Komponen lain yang perlu diawasi dan (mungkin) dilaporkan, antara lain: prestasi belajar, motivasi belajar, dan disiplin  belajar. Oleh karena bukan fokus PTK, maka komponen-komponen lain ini dikumpulkan datanya menggunakan instrumen yang sederhana namun fokus.

Biarpun singkat semoga memberikan banyak manfaat!

Sumber : http://p4tkmatematika.org

  1. pakhamb
    25 Juli 2012 pukul 12:30 pm

    Reblogged this on TempatKu Belajar Ngeblog.

    Suka

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: