KISI-KISI USM SD TAHUN PELAJARAN 2015/2016

4 Januari 2016 1 komentar
Kategori:Berita Mini

Ayo ikuti Blockgrant PTK Puslitjak Kemdikbud Tahun 2016


PANDUAN PELAKSANANAAN PTKUpaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk meningkatkan layanan dan pendidikan bagi semua pihak akan dilakukan dengan kerangka pikir membentuk insan dan ekosistem berkarakter. Dengan insan dan ekosistem pendidikan berkarakter, diharapkan ada penyebarluasan praktik baik dan inovasi. Ada tiga strategi yang dirancang untuk mewujudkan hal tersebut, mulai dari penguatan pelaku pendidikan dan kebudayaan, peningkatan mutu dan akses, dan pengembangan efektivitas birokrasi melalui perbaikan tata kelola dan pelibatan publik. Pada strategi pertama, yaitu penguatan pelaku pendidikan dan kebudayaan, yang akan dilakukan adalah empowerment (memberdayakan) guru, orang tua, dan kepala sekolah. Peningkatan mutu dan akses akan dilakukan dengan membuka layanan seluas-luasnya bagi masyarakat. Dalam hal pelibatan publik, kegiatan-kegiatan pendidikan tidak lagi dipandang sekadar program pemerintah. Semua pihak harus terlibat dalam menggerakkan program tersebut. Ketiga strategi itu muaranya adalah untuk mewujudkan Visi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, yakni “Terbentuknya Insan serta Ekosistem Pendidikan dan Kebudayaan yang Berkarakter dengan Dilandasi Semangat Gotong Royong”. Yang dicerdaskan tidak hanya insan atau manusianya, tetapi juga ekosistem atau kehidupannya Perwujudan insan dan ekosistem pendidikan berkarakter tersebut harus didukung semua pihak. Sekolah berada di baris terdepan dalam upaya membangun ekosistem pendidikan, dan guru merupakan kunci utama dalam membangun ekosistem pendidikan sekolah yang baik. Guru merupakan sumber informasi kebijakan dalam penelitian kebijakan. Bila guru-guru hebat, maka sekolah, siswa, dan lingkungan juga akan hebat. Pasalnya, guru berperan penting dalam membuat suasana belajar di sekolah menjadi menyenangkan. Seorang siswa akan menyukai mata pelajaran bukan karena buku teks mata pelajaran, melainkan sosok seorang guru yang dapat membawakan suasana menyenangkan dalam proses belajar mengajar. Agar guru terus dapat menjaga kualitas dan mutu pembelajaran di sekolah, maka guru harus terus mengkaji, membuat inovasi dan melakukan perubahan-perubahan dalam peroses pembalajaran di kelas. Salah satu upaya dari sekian banyak alternatif pemecahan masalah yang dapat dilakukan guru adalah dengan melakukan penelitian yang berkenaan dengan pembelajaran baik di dalam maupun di luar kelas. Penelitian yang berkaitan dengan pembelajaran di kelas adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). PTK sangat mendukung program peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah yang muaranya adalah peningkatan kualitas pendidikan. Hal ini, karena dalam proses pembelajaran, guru adalah teoretisi dan praktisi yang sangat menentukan. Peningkatan kualitas pembelajaran, merupakan tuntutan logis dari perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni (IPTEKS) yang semakin pesat. Perkembangan Ipteks mengisyaratkan penyesuaian dan peningkatan proses pembelajaran secara berkesinambungan, sehingga berdampak positif terhadap peningkatan kualitas lulusan dan keberadaan sekolah tempat guru itu mengajar. Penyelenggaraan PTK memberikan pengalaman berharga bagi guru dalam upaya memperbaiki dalam skala yang lebih makro, pengalaman guru akan mempunyai dampak externality bagi perumusan kebijakan. Hal ini terutama jika PTK yang dilakukan oleh guru dapat dipusatkan pada suatu tema kebijakan tertentu. Hasil PTK yang dilakukan merupakan bukti empiris jika pelaksanaannya dilakukan berdasarkan prinsip-prinsip penelitian sosial secara benar dan konsisten. Oleh karena itu, berbekal pengalaman tahun sebelumnya, Puslitjakdikbud merasa perlu mengadakan kembali kerjasama penelitian tindakan kelas bagi guru-guru dengan mekanisme pemberian dana bantuan penelitian agar hasil penelitian guru tersebut bermanfaat bagi sekolah, orang tua, masyarakat, dunia industri dan dunia usaha, organisasi profesi, dinas pendidikan, dan kementerian pendidikan.

silahkan unduh juknisnya 5 PANDUAN PTK_2016

Kategori:Berita Mini

AYO IKUTI LOMBA CIPTA KARYA ALAT BANTU AJAR


foto2585Dalam rangka meningkatkan kreativitas dan inovasi guru-guru di Bojonegoro Pusat Belajar Guru (PBG) Kabupaten Bojonegoro mengadakan lomba cipta karya alat bantu ajar dengan tema “Kreativitas dan Inovasi membuat Pembelajaran Lebih Berkualitas. Lomba tersebut dapat diikuti oleh guru PAUD, SD, SMP, SMA, dan SMK negeri dan swasta baik PNS maupun Non PNS.

Kepada Bapak/Ibu mari kita tingkatkan kreativas dan daya inovasi kita. Silahkan ikutkan karya-karya terbaikmu. Selain sebagai wahana pengembangan profesi kesempatan ini berhadiah jutaan rupiah.

Kategori individu akan dipilih tiga karya terbaik.

Kategori kelompok akan dipilih satu karya terbaik (kelompok maksimal 4 orang)

Finalis dan peserta akan mendapatkan penghargaan dari Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro.

14 (empat belas) karya terbaik akan dipublikasikan pada Jurnal Ilmiah yang akan diterbitkan Pusat Belajar Guru (PBG) Kabupaten Bojonegoro.

Hal-hal yang belum jelas dapat ditanyakan langsung ke Kantor PBG Kabupaten Bojonegoro Jl. Rajawali No. 3 Bojonegoro Telpon 0353-351484
Ketentuan teknis lomba dapat diunduh di sini

Kategori:Berita Mini

BAHAN REFERENSI MATERI UKG TAHUN 2015 (KOMPETENSI PROFESIONAL UNTUK GURU SD)

25 Oktober 2015 1 komentar
Kategori:Berita Mini

Ayo, Ikuti Simposium Guru Tingkat Nasional 2015


SIMPOSIUM GURUJakarta, Kemendikbud — Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan akan menyelenggarakan Simposium Guru Tingkat Nasional 2015 pada 24-25 November mendatang. Acara yang akan diselenggarakan di Istora Senayan, Jakarta, itu bertujuan untuk menuangkan ide, gagasan, dan solusi strategis tentang berbagai masalah pendidikan. Simposium ini akan melibatkan berbagai unsur meliputi pakar dari perguruan-perguruan tinggi, praktisi dan pemerhati pendidikan, dan lembaga swadaya masyarakat di bidang pendidikan, serta guru dan tenaga kependidikan berprestasi tingkat nasional maupun internasional.
“Kita akan menggerakkan simposium yang dilaksanakan di Istora Senayan, kita akan mengundang 8.000 guru tetapi 7.000 akan bertanding dalam inovasi pembelajaran, bagaimana membuat mekanisme yang baru, bagus, dan inovatif untuk pembelajaran,” demikian disampaikan Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud, Sumarna Surapranata, saat memberikan paparan pada acara Audiensi Bersama Redaktur Koran Sindo di Gedung Sindo, Jakarta, Selasa (13/10/2015).
Simposium Guru Tingkat Nasional 2015 yang diselenggarakan untuk memperingati Hari Guru Nasional akan mempresentasikan karya ilmiah dan inovasi pembelajaran dari guru-guru terbaik di Indonesia. Presentasi tersebut dikemas dalam bentuk seminar dan pameran hasil karya ilmiah serta inovasi pembelajaran dari guru-guru peserta simposium yang terpilih. Seluruh guru di Indonesia berkesempatan menjadi peserta dalam simposium tersebut dengan memenuhi persyaratan yang berlaku, salah satunya mengirimkan karya tulis ilmiah dan atau inovasi pembelajaran di bidang pendidikan.
Terdapat 7.000 kuota untuk menjadi peserta dalam Simposium Guru Tingkat Nasional 2015, dimana akan dipilih 200 guru sebagai pemenang. Para pemenang tersebut akan mendapatkan sertifikat dari Presiden Republik Indonesia, beasiswa jenjang S2, laptop, uang tunai dan atau non tunai, serta hadiah menarik lainnya. Tidak hanya itu, 10 guru terbaik dari 200 pemenang itu akan menjadi penyaji bagi para peserta yang hadir dalam acara puncak simposium tersebut.
Yuk, ikuti Simposium Guru Tingkat Nasional 2015! Informasi lebih lengkapnya dapat dilihat di alamat laman ini:www.gtk.kemdikbud.go.id. (Agi Bahari)
sumber: http://www.kemdikbud.go.id/kemdikbud/berita/4706

KIAT SUKSES MENGIKUTI UKG


foto2585Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) Kemdikbud saat ini tengah mempersiapkan pelaksanaan Uji Kompetensi Guru (UKG). Menurut Sumarna jumlah guru saat ini yang ber-NUPTK ada 3.015.315 orang. UKG akan dilaksanakan dengan dua cara yaitu dalam jaringan (daring) atau online dan luar jaringan (luring) atau offline.

Pelaksanaan UKG tahun 2015 akan berlangsung pada 9-27 November. Waktu pelaksanaan tiap-tiap guru hanya berlangsung 1 hari tepatnya 120 menit, untuk menyelesaikan soal pilihan ganda. Jumlah soal diperkirakan 60-100 soal.

Ke depannya UKG akan dilaksanakan secara rutin tiap tahun sebagai pemetaan kompetensi guru. Tindak lanjut dari pelaksanaan UKG adalah pelaksaan pelatihan dan pendidikan untuk guru yang lebih terarah.

Untuk mengetahui kisi-kisi UKG untuk Guru SD silahkan klik sd-tinggi dan sd-rendah.

Selanjutnya hal-hal yang dapat Bapak/Ibu lakukan sebelum melaksanakan UKG adalah:

  1. Menelaah dan mencermati tiap indikator
  2. Carilah materi dari buku-buku pendidikan, dari internet, dari buku-buku PLPG, modul diklat pasca UKA, dan sumber lainnya yang relevan.
  3. Membahas bersama teman-teman guru dapat dilakukan di Forum KKG, antar guru di sekolah, maupun melalui media sosial.
  4. Berlatih mengerjakaan soal-soal yang berkaitan dengan indikator.
  5. Bagi Bapak/Ibu yang belum mahir menggunakan komputer/laptop mintalah bantuan teman-temannya untuk membiasakan menggunakan mous dengan baik.

Selamat mencoba dan berkarya bersama, semoga sukses!
Salam KKG1Bojonegoro

Kategori:Uncategorized

Mulai Tahun ini, Kemendikbud Ukur Kompetensi Guru Lewat Dua Skema


Jakarta, Kemendikbud — Mulai tahun ini ada dua skema yang akan dilakukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk mengukur profesionalisme guru, yaitu secara akademis dan non-akademis. Pengukuran akademis dilakukan dengan rutin menyelenggarakan uji kompetensi guru (UKG) setiap tahun, dan pengukuran non-akademis dengan melakukan penilaian terhadap kinerja guru.
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Sumarna Supranata mengatakan, mulai tahun ini semua guru baik yang ada di bawah Kemendikbud maupun Kemenag akan menjalani UKG. Sebelumnya, UKG hanya dilakukan kepada guru yang telah tersertifikasi atau akan disertifikasi. “Di bawah Ditjen GTK kita akan melakukan tes UKG ke seluruh guru termasuk 318 ribu guru yang ada di Kemenag. Jadi ada 3,8 juta guru yang akan diuji mulai tahun ini untuk tahu potret kompetensinya,” kata Pranata di Kantor Kemendikbud, Rabu (5/08/2015).
Pranata mengatakan, UKG harus dilakukan secara rutin karena ada target yang harus dicapai. Di 2019 mendatang, kata dia, rata-rata nilai UKG harus mencapai angka delapan. Target tersebut tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) mengenai guru yang terdiri atas tiga poin. Pertama, meningkatkan profesionalisme, kualitas, dan akuntabilitas GTK; kedua, meningkatkan kualitas LPTK; dan ketiga, meningkatkan pengelolaan dan penempatan guru.
Sedangkan untuk pengukuran non-akademis yang dilakukan dengan cara menilai kinerja guru, Pranata menjelaskan, pihaknya sedang melakukan riviu terhadap mekanisme penilaian terasebut. Yang diukur dalam penilaian kinerja guru adalah keterampilan, kehadiran dan motivasi. Penilaian kinerja guru selama ini dilakukan oleh atasan langsung guru yaitu kepala sekolah atau pengawas. Penilaian model tersebut, kata Pranata bersifat subjektif. Untuk itu diperlukan pihak luar yang juga ikut menilai.
“Sekarang ini disinyalir kompetensinya memble tapi kinerjanya bagus. Kinerjanya baik atau baik sekali, itu kan subjektif. Oleh karena itu kita akan riviu. Supaya ada pihak lain yang eksternal yang menilai,” tuturnya.
Pranata mengatakan, dalam mekanisme yang sedang disiapkan ini, pihak luar yang bisa ikut menilai di antaranya adalah komite sekolah, masyarakat, bisa juga siswa yang menilai guru secara objektif. Harapannya, penilaian terhadap kinerja guru ini akan mendapatan potret yang lebih baik.
Pranata menerangkan, guru profesional artinya guru mengampu bidang yang sesuai dengan kompetensinya. Sosok guru yang profesional tersebut, tuturnya, memiliki kemampuan pedagogik, sosial, dan kepribadian bangsa. Kepribadian bangsa yang dimaksud adalah pribadi yang sesuai dengan visi misi kebangsaan.
Ke depan, kata dia, profesionalisme guru  harus menjadi demand atau keinginan. Sebagai regulator, pemerintah pusat akan menyiapkan berbagai bentuk pelatihan dan peningkatan kompetensi guru yang bisa dilakukan secara mandiri maupun kelompok. Pembiayaannya bisa dari negara, pemerintah daerah, atau oleh CSR perusahaan. (http://kemdikbud.go.id/kemdikbud/berita/4457)
Kategori:Uncategorized
Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 1.814 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: