PAPARAN PROGRAM PENINGKATAN MUTU KKG


LATAR BELAKANG

  • HASIL PEROLEHAN US-SD KABUPATEN BOJONEGORO 2013/2014 , 3 MAPEL 22,940
  • HASIL PEROLEHAN US-SD KABUPATEN BOJONEGORO 2014/2015 , 3 MAPEL 23,158
  • SELISIH 23,158-22,940 = 0,218 (LEBIH SEDIKIT)
  • TARGET US 2014/2015 , 3 MAPEL 24,00
  • SELISIH 24,00 – 23,158 = 0,842 (BELUM MENCAPAI)
  • HASIL PEROLEHAN US-SD PROPINSI JAWA TIMUR 2014/2015 , 3 MAPEL 22,167
  • SELISIH 23,158-22,167 = 0,991 (LEBIH SEDIKIT)

Tabel Perbandingan

URAIAN TP 2013/2014 TP 2014/2015 TARGET KETERANGAN
NILAI RT2 22,940 23,158 24,00 +0,218 /

-0,842

PERINGKAT 18 24 10 -6 /-14
PROPINSI 23,030 22,167 – 0,863
KAB-PROP -0,090 +0,991 MENINGKAT

Keterlaksanaan Program Tahun Ini

  • BEDAH KISI-KISI (PESERTA HANYA KKG KAB)
  • TRY OUT 3 X (TERSELENGGARA)
  • LAPORAN ANALISIS HASIL TRY OUT (MINIM)

PERMASALAHAN

  • GURU BANYAK DISIBUKKAN ADMINISTRASI ONLINE YANG BERSAMA-SAMA HARUS DISELESAIKAN (DAPODIK, PADAMU NEGERI, DLL)
  • GURU KELAS 6 BANYAK TERLIBAT DALAM LOMBA KELAS 4-5
  • GURU KELAS UNIK (TIDAK SEMUA GURU MENGUASAI MATERI MAPEL US)
  • GURU KURANG MENGUASAI KISI-KISI US
  • GURU KURANG MENGUASAI TEKNIK PENYUSUNAN SOAL
  • PERSIAPAN US HANYA DILAKUKAN DI KELAS 6
  • SISWA KURANG LATIHAN SOAL US

FOKUS 

GURU KELAS 6 HARUS FOKUS:

  • KURANGI KEGIATAN MENJADI TENAGA ADMINISTRASI ONLINE/OFFLINE (DAPODIK, PADAMU NEGERI, BENDAHARA)
  • KURANGI KETERLIBATAN DALAM LOMBA KELAS 4-5
  • MENINGKATKAN PENGUASAAN MATERI US
  • MENINGKATKAN PENGUASAAN KISI-KISI US
  • MENINGKATKAN PENGUASAAN TEKNIK PENYUSUNAN SOAL
  • PERSIAPAN US DILAKUKAN SEJAK KELAS 4,5 DAN 6
  • PERBANYAK LATIHAN SOAL US

RENCANA PROGRAM PENINGKATAN

PENINGKATAN KAPASITAS MATERI

  • MEMBIASAKAN PEMBERIAN MATERI DAN SOAL MODEL US DALAM ULANGAN HARIAN DAN ULANGAN TENGAH SEMESTER PADA KELAS 4, 5, DAN 6
  • MEMASUKKAN MATERI DAN MODEL SOAL US DALAM UAS DAN UKK YANG SESUAI DENGAN KOMPETENSI DASAR PADA KELAS 4, 5, DAN 6
  • TES DIAGNOTIS (KELAS 4,5) PRE TEST (KELAS 6)
  • PEMADATAN MUATAN KURIKULUM UNTUK KELAS VI (40% MATERI SEMESTER 2 DIMASUKKAN KE SEMESTER I) KALAU DIIJINKAN (HIDDEN KURIKULUM)
  • SEMESTER 2 LEBIH BANYAK FOKUS KE UJIAN

PENINGKATAN MUTU KEGIATAN

  • PELATIHAN GURU KELAS 4,5 DAN 6 (MATERI US/SKL, BEDAH KISI-KISI, DAN TEKNIK MENYUSUN SOAL
  • MENGINTENSIFKAN KKG KELAS 6 (MATERI US/SKL, BEDAH KISI-KISI, DAN TEKNIK MENYUSUN SOAL)
  • PENAMBAHAN SOAL TRY OUT DARI KABUPATEN
  • WORKSHOP PEMBUATAN BANK SOAL UJIAN (PERWAKILAN DARI KECAMATAN)
  • WORKSHOP BEDAH KISI-KISI (MENGHADIRKAN NARASUMBER NASIONAL) PESERTA SELURUH GURU KELAS 6
  • MENGIRIM ANALISIS TRY OUT SECARA CEPAT

STRATEGI IMPLEMENTASI

  • KEGIATAN DAN PROGRAM DILAKSANAKAN DENGAN PENDEKATAN ANDRAGOGIS MELALUI METODE BRAINSTORMING, WORKSHOP, PELATIHAN
  • NARASUMBER BERASAL DARI NARASUMBER NASIONAL DAN DINAS PENDIDIKAN (PENGAWAS, KEPALA SEKOLAH DAN KKG KABUPATEN BOJONEGORO)
  • MENGHADIRKAN SEKOLAH-SEKOLAH YANG TELAH BERHASIL DALAM MENINGKATKAN MUTU
  • KETERLAKSANAAN PROGRAM DAN PEMANTAUAN OLEH DINAS, UPTD, PENGAWAS DAN KEPSEK

ENDING…

  • SELURUH KEGIATAN AKAN TERLAKSANA DAN MENDAPATKAN HASIL SESUAI DENGAN YANG DIHARAPKAN APABILA MENDAPATKAN DUKUNGAN PENUH DARI DINAS PENDIDIKAN, UPTD, PENGAWAS, KEPALA SEKOLAH DAN SELURUH PELAKSANA KEGIATAN BERSAMA-SAMA KHUSUSNYA GURU KELAS 6 SELURUH KABUPATEN BOJONEGORO
  • MENDAPAT KEMUDAHAN DAN KEMURAHAN ALLAH SWT
  • SEMOGA YANG DIHARAPKAN DIPEROLEH DENGAN CARA YANG JUJUR, CERDAS DAN BERMASLAHAT

SILAHKAH DIUNDUH PRESENTASI KKG KAB 30 JUNI 2015

Kategori:Uncategorized

Kalender Pendidikan Jawa Timur Tahun Pelajaran 2015/2016


Untuk mempersiapkan program pembelajaran Tahun Pelajaran 2015/2016 silahkan diunduh Kalender Pendidikan 2015-2016 Jawa Timur

Kategori:Uncategorized

Tunjangan Profesi Guru akan Diberikan Sesuai Capaian Prestasi


Jakarta, Kemendikbud — Undang-undang Nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen mengamanatkan agar guru harus profesional, sejahtera, dan bermartabat. Bentuk nyata dari amanat tersebut adalah pemberian tunjangan profesi guru (TPG) kepada guru yang telah tersertifikasi. Harapannya, dengan pemberian TPG ini guru menjadi lebih profesional.
Namun sejak UU tersebut terbit, penilaian profesionalitas guru belum dilakukan secara benar. TPG masih diberikan merata, yaitu sebesar satu kali gaji tanpa mengukur profesionalisme sang guru. Seharusnya, pemberian TPG harus sesuai dengan capaian kinerja dan prestasi guru.
Pelaksana Harian Kepala Subdirektorat Program Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dikdas, Tagor Alamsyah mengatakan, saat ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sedang menyusun ulang skema pemberian TPG. Tunjangan yang  sejak 2005 diberikan secara merata, akan dihitung secara profesional dengan memperhitungkan prestasi dan kinerja yang telah dicapai oleh guru.
“Selama ini kita belum menjalankan undang-undang dengan benar, karena infrastruktur belum memadai. Dan sekarang kita siapkan secara paralel, infrastruktur dan mekanisme pemberian tunjangannya,” kata Tagor dalam diskusi pendidikan yang berlangsung di Perpustakaan Kemendikbud, Rabu (24/06/2015).
Tagor mengatakan, instrumen pencapaian guru profesional bisa dilihat dari jumlah ideal guru, pembinaan karir, dan penghargaan serta perlindungan yang diberikan. Jumlah ideal guru dapat dihitung dengan beban kerja 24 jam/minggu dan linieritas dengan sertifikasi. Untuk pembinaan karir, guru harus memenuhi kualifikasi akademik, kompetensi, dan jenjang karir. Sebagai penghargaan dan perlindungan, guru akan mendapatkan tunjangan profesi, maslahat tambahan, dan perlindungan hukum.
Untuk mengukur kompetensi guru dihitung dengan penilaian kinerja guru (PKG), pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB), dan uji kompetensi guru (UKG).  Salah satu skema yang disiapkan adalah dengan melakukan tahapan uji kompetensi. Di awal tahun, guru akan dinilai kompetensinya melalui UKG. Jika kompetensi yang dimiliki kurang, maka guru harus masuk ke PKB. Setelah masuk PKB, kompetensi guru akan kembali diukur. Bagi guru yang memiliki peningkatan akan dihargai dengan kenaikan jenjang karir. Namun jika tidak, maka guru harus menyisihkan sebagian TPG yang diperolehnya untuk melakukan peningkatan kompetensi.
Dalam skema Kemendikbud, pengembangan keprofesian berkelanjutan guru dilakukan secara berjenjang. PKB Guru Pertama (golongan IIIa-IIIb) fokus pada pengembangan diri sendiri, PKB Guru Muda (golongan IIIc-IIId) fokus pada pengembangan siswa, PKB Guru Madya (Golongan IVa, IVb, IVc) fokus pada pengembangan sekolah, dan PKB Guru Utama (Golongan IVd-IVe) fokus pada pengembangan profesi.
Selain peningkatan kompetensi melalui PKB, Tagor juga menyinggung keberadaan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) dan Kelompok Kerja Guru (KKG) yang bisa digunakan sebagai wadah  untuk meningkatkan kompetensi guru. Misalnya, salah satu kendala guru dalam mencapai angka kredit adalah karena kesulitan membuat karya ilmiah/karya inovatif. Lewat KKG atau MGMP, kata Tagor, guru bisa memanfaatkan TPG yang diperolehnya untuk bersama-sama untuk meningkatkan kompetensi. “Mereka bisa urunan untuk mendatangkan narasumber yang bisa membantu mereka dalam menyusun karya ilmiah,” katanya.
Dengan pengukuran seperti ini, maka tunjangan guru bukan lagi menjadi hak, melainkan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh guru. Artinya, dengan TPG yang diberikan tersebut guru harus mampu mengembangkan kompetensi diri. Jika tidak, maka tunjangan tersebut akan dihentikan. (Aline Rogeleonick)
Kategori:Uncategorized

Dokumen Workshop Kurikulum Anti Korupsi

Kategori:Uncategorized

Langkah-langkah Persiapan Menulis Soal Ujian Sekolah/Madrasah TP 2014/2015


UJIANA. Penulisan Soal
1. Penanggung jawab penyiapan naskah soal adalah sekolah penyelenggaran ujian.
Sekolah dapat menunjuk guru sebagai Tim Penyusun Soal dengan kriteria:
a. Menguasai materi pelajaran yang akan diujikan
b. mempunyai kemampuan menulis soal yang baik (diutamakan yang pernah dilatih dalam penilaian pendidikan)
c. memiliki sikap dan perilaku yang jujur, bertanggung jawab, teliti, tekun, dan dapat memegang teguh kerahasiaan.
Sekolah yang belum mampu menyiapkan bahan ujian secara mandiri dapat menyiapkan bersama sekolah/madrasah lain.
(misalnya KKG Gugus/KKG Kecamatan)
2. Tugas Penyusun Naskah Soal adalah sebagai berikut:
a. Menyusun naskah soal ujian tertulis dan praktik sesuai dengan kisi-kisi ujian SD/MI tahun pelajaran 2014/2015 yang disusun oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.
b. Naskah soal yang disusun setiap matapelajaran terdiri atas:
1. 1 (satu) paket ujian tulis utama dan
2. 1 (satu) paket ujian tulis susulan
setiap paket dilengkapi dengan:
– Lembar soal
– Lembar jawaban
– Kunci jawaban
– Petunjuk Penilaian
c. Penyusunan soal mempertimbangkan
– bobot tiap butir soal
– alokasi waktu
– jumlah soal dan
– bentuk soal
4. Tempat Penulisan Soal
Tempat pelaksanaan penulisan soal dipusatkan disuatu tempat pada sekolah/madrasah/gugus yanga tejaga kerahasiaan dan keamananya
5. Naskah soal adalah karya orisinil dari tim penyusun, diketik, terbaca, digandakan dan dikemas dengan memperhatikan kelayakan kualitas bahan ujian.
6. Tim penyusun perangkat naskah soal harus memiliki sikap dan perilaku jujur, bertanggung jawab, teliti, tekun, dan dapat memegang teguh kerahasiaannya.
B. Penelaahan dan Perbaikan Soal
1. Naskah yang disusun perlu ditelaah berdasarkan kaidah penulisan soal dan diteliti kebenarannya dari segi bahasa, isi, (materi), bentuk, maupun kelengkapan administrasinya untuk selanjutnya diperbaiki sehingga menjadi naskah soal yang siap pakai.
2. Penelaahan dan perbaikan soal dapat dilakukan oleh Guru atau pengawas TK/SD yang telah ditunjuk oleh sekolah.
3. Setiap mata pelajaran ditelaah dan diperbaiki sedikitnya oleh 2 (dua) orang.
Kriteria yang harus dipenuhi sebagai penelaah adalah sebagai berikut:
a. Mempunyai kemampuan dan ketelitian menelaah dan memperbaiki soal diutamakan penilaian pendidikan
b. Bersikap dan berperilaku jujur, bertanggung jawab, teliti, tekun dan dapat memegang teguh kerahasiaan.
c. Tidak merangkap sebagai penyusun soal.
C. Pengetikan Naskah Soal
Naskah soal diketik dengan menggunakan kertas berkualitas standar.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pengetikan naskah soal ujian adalah sebagai berikut.
l. Menggunakan mesin ketik manual, mesin ketik listrik atau komputer dengan ukuran huruf fontasi setara dengan 12 point
2. Jarak antar baris 1 spasi
3. Jarak antar butir soal 2 spasi
4. Gambar, ilustrasi, grafik dan wacana harus jelas dan terbaca serta diletakkan dalam satu kesatuan butir soal.
5. Diusahakan agar tidak ada satu butir soal berikutnya yang terpisah ke halaman/lembar
D. Penggandaan Bahan Ujian
Naskah Soal yang telah selesai ditelaah (final), akan digandakan sesuai dengan alokasi
jumlah peserta ujian dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut.
1. Kualitas cetakan memadai sehingga mudah untuk dibaca serta menggunakan kertas
berkualitas standar.
2. Apabila dicetak dua muka (bolak balik) tidak menimbulkan bayangan pada
halaman dibaliknya.
3. setiap eksemplar dicek kembali kelengkapan dan jumlah halamannya.
4. Naskah Soal, Lembar Jawaban, Berita Acara, dan Daftar Hadir dikemas dalam satu
amplop.
5. Tempat penggandaan dipusatkan disuatu tempat pada SD/IMI atau gugus sekolah
dengan memperhatikan segi keamanan dan kerahasiaan.

E. Contoh Langkah Kerja

1. Pengarahan dan Kebijakan Pemerintah yang berkaitan dengan Ujian Sekolah/Madrasah

2. Brainstorming teknik penulisan soal

3. Penjelasan Kaidah Penulisan Soal

4. Berkelompok berdasarkan matapelajaran

5. Menulis soal Ujian Sekolah/Madrasah di Kartu Soal

6. Telaah dalam kelompok

7. Ditelaah oleh tim Penelaah Soal Ujian Sekolah

8. Perbaikan kembali oleh tim penulis soal

9. Perakitan soal menjadi paket soal tulis utama dan susulan

10. Penelitian dan perbaikan oleh tim penelaah

11. Penyerahan master soal dan siap digandakan

Berikut dapat diunduh:

KAIDAH SOAL PG SD
TELAAH SOAL US
KARTU SOAL

FORM SOAL UJIAN SEKOLAH

kalau ada yang perlu ditanyakan via email: elzambrods@gmail.com atau inbox via FB Moh Zamzuri

Kategori:Uncategorized

PEDOMAN LOMBA INOVASI PEMBELAJARAN PTK DIKDAS NASIONAL TAHUN 2015


Pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) mempunyai peran yang sangat penting dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional, yaitu berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab. Oleh karena itu, PTK diwajibkan melakukan kegiatan pengembangan keprofesian secara berkelanjutan agar kompetensi keprofesiannya mampu mengikuti perkembangan.

Lomba Inovasi Pembelajaran bagi PTK Sekolah Dasar Tingkat Nasional Tahun 2015 bertemakan, “Melalui lomba inovasi pembelajaran, kita wujudkan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Sekolah Dasar yang profesional untuk pendidikan bermutu”. Kegiatan Lomba Inovasi Pembelajaran merupakan program pemerintah agar PTK selalu berusaha untuk berinovasi dan termotivasi dalam meningkatkan mutu proses dan hasil pembelajaran.

Melalui lomba tersebut diharapkan PTK dapat menciptakan pembelajaran yang kreatif dan inovatif, serta berhasil mengembangkan berbagai model pembelajaran yang bermutu. Dengan demikian menjadi pemenang lomba bukan tujuan utama, karena yang terpenting adalah meningkatnya mutu pembelajaran, yang berdampak pada peningkatan mutu lulusan.

Agar lomba inovasi Pembelajaran berjalan sesuai rencana, Direktorat P2TK Dikdas menerbitkan Pedoman Lomba Inovasi Pembelajaran PTK Sekolah Dasar Tingkat Nasional Tahun 2015 untuk digunakan sebagai acuan dalam pelaksanaan lomba.

Buku Pedoman dapat diunduh di sini http://downloads.ziddu.com/download/24446801/inobel_2015.rar.html

Kategori:Uncategorized

POS UJIAN SEKOLAH SD/MI TAHUN PELAJARAN 2014/2015


Peraturan Kepala Balitbang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 009/H/HK/2015 dapat diunduh Pos Ujian Sekolah 2015

Kategori:Uncategorized
Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 1.593 pengikut lainnya.