Bagaimana Menulis Latar Belakang Masalah Penelitian


latar belakang masalah

Oleh: Moh. Zamzuri

Bagaimana menuliskan latar belakang masalah dalam penelitian? Bapak Ibu mungkin pernah mengalami kesulitan ketika akan menulis latar belakang masalah dalam sebuah penelitian. Wajar sekali jika Bapak Ibu sulit mengungkapkan apa yang menjadi persoalan ketika Bapak dan Ibu tidak mengalami masalah. Tapi mungkinkah Bapak Ibu guru sama sekali tidak memiliki masalah khususnya dalam pembelajaran. Berikut ini saya akan berbagi catatan sederhana apa dan bagaimana isi latar belakang masalah penelitian sehingga apa yang Bapak Ibu tulis memiliki makna sebuah tindakan ilmiah.

Setiap melakukan penelitian selalu diawali dengan permasalahan. Permasalahan bisa muncul dari realitas (fenomena) yakni ada ketidaksesuaian antara das sein (fakta empiris) dengan das solen (apa yang seharusnya diambil dari teori-teori yang sudah ada), atau dari hasil-hasil bacaan, baik berupa buku-buku, artikel, jurnal nasional dan internasional, dokumen dan hasil-hasil penelitian yang sudah ada. Jika permasalaha bersifat kompleks, maka diperlukan klarifikasi. Klarifikasi meliputi: (a) aktualitas, (b) orisinalitas, (c) nilai kemanfaatan yang lebih besar bagi pengembangan ilmu, masyarakat, dan institusi, dengan mempertimbangkan dua hal. Kedua hal tersebut (a) teori dan penelitian-penelitian lain yang perlu dikembangkan (b) kondisi empirik yang mendorong penelitian.

Nah, Bapak Ibu itulah isi dari latar belakang masalah dan cara menuliskannya. Tidak sulit bukan…selamat berkarya.

Kategori:Jendela Ilmu

Pedoman Lomba Karya Inovasi


https://www.dropbox.com/sh/f0jsspoth7r87qw/AAC7Xxv6h4ek4nzH5UW75Ny7a

Posted from WordPress for Android Kkgsatubojonegoro

Kategori:Uncategorized

Contoh Aplikasi Nilai Kelas 6 Edisi Revisi


Bapak Ibu guru kelas 6, sudah lega kan? Yang ditunggu-tunggu sudah keluar. Apaan tuh? Apalagi kalau bukan nilai Ujian Sekolah/Madrasah. Saya yakin putra-putri Bapak Ibu mendapatkan nilai yang terbaik. Sekedar mengingatkan Bapak Ibu nilai bukanlah satu-satunya penunjang keberhasilan. Karakter dan sikap yang unggul tentu sangat berperan penting dalam meraih keberhasilan-keberhasilan berikutnya. Bapak Ibu guru hendaknya menjadi penunjuk jalan, pemberi inpirasi bagi putra-putrinya untuk mencapi posisi terbaik untuk dirinya.

Beberapa hari yang lalu kami sudah mencoba berbagi contoh aplikasi sederhana untuk mengolah nilai kelas 6. Namun perlu penyempurnaan-penyempurnaan. Untuk itu Bapak Ibu hendaknya mengunduh ulang, data lama cukup dicopy paste ke aplikasi berikut.
https://www.dropbox.com/sh/1epp9tw3a14ocqm/AADXIakKaER6qSf2uIXqgZp3a

Bapak Ibu terkait aplikasi sederhana ini kami berikan dua contoh. Keduanya karya Bapak-Bapak Guru yang berdedikasi untuk pendidikan. Untuk itu, marilah kita berikan penghargaan untuk keduanya agar lebih meningkatkan karya-karya terbaiknya.

Akhirnya mari kita semuanya menjadi bagian dari orang yang mampu menghargai orang lain. Bukan menjatuhkan atau menenggelamkan generasi muda yang berkompeten.

Bukan begitu?

Posted from WordPress for Android Kkgsatubojonegoro

Kategori:Uncategorized

Ketentuan Seragam Sekolah Pendidikan Dasar dan Menengah Terkini


SERAGAM SD copyDalam  rangka  memperkuat  jati  diri  bangsa  diperlukan pembinaan dan pengembangan kesiswaan untuk menciptakan suasana  dan  tata  kehidupan  satuan  pendidikan  yang  baik dan  sehat,  sehingga  menjamin  kelancaran  proses  belajar mengajar serta guna  meningkatkan  citra  satuan pendidikan  dan  meningkatkan  persatuan  dan  kesatuan  di kalangan peserta didik, pemerintah melalui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan membuat aturan berupa Permendikbud nonor 45 Tahun 2014 tentang Pakaian Seragam Sekolah Bagi Peserta Didik Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah.

Penetapan pakaian seragam sekolah bertujuan:

  1. menanamkan  dan  menumbuhkan  rasa  nasionalisme,  kebersamaan,  serta memperkuat  persaudaraan  sehingga  dapat  menumbuhkan  semangat  kesatuan dan persatuan di kalangan peserta didik;
  2. meningkatkan  rasa  kesetaraan  tanpa  memandang  kesenjangan  sosial  ekonomi orangtua/wali peserta didik;
  3. meningkatkan  disiplin  dan  tanggungjawab  peserta  didik  serta  kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku; dan
  4. menjadi  acuan  bagi  sekolah  dalam  menyusun  tata  tertib  dan  disiplin  peserta didik khususnya yang mengatur pakaian seragam sekolah.

Dalam peraturan tersebut dijelaskan jenis, warna dan model pakaian, antara lain:

  1. Pakaian seragam sekolah terdiri dari:
    • Pakaian seragam nasional;
    • Pakaian seragam kepramukaan; atau
    • Pakaian seragam khas sekolah.
  2. Jenis pakaian seragam sekolah terdiri dari:
    • Pakaian seragam sekolah untuk peserta didik putra;
    • Pakaian seragam sekolah untuk peserta didik putri.
  3. Warna pakaian seragam nasional untuk:
    • SD/SDLB: kemeja putih, celana/rok warna merah hati;
    • SMP/SMPLB: kemeja putih, celana/rok warna biru tua;
    • SMA/SMALB/SMK/SMKLB: kemeja putih, celana/rok warna abu-abu.

Dalam peraturan tersebut juga ditekankan agar pengadaan  pakaian  seragam  sekolah  diusahakan  sendiri  oleh  orangtua  atau wali peserta didik dan tidak  boleh  dikaitkan  dengan pelaksanaan penerimaan peserta didik baru atau kenaikan kelas.

Nah jelaskan tahun pelajaran 2014/2015 peserta didik akan menggunakan seragam baru dengan aturan yang sudah jelas.

silahkan unduh disinipermendikbud-no-45-tahun-2014 dan lampiran-1-permendikbud-no-45-tahun-20141

Revisi Program Penilaian Kelas 6 terbaru


https://www.dropbox.com/s/bjg84jsidlfmbji/program-nilai-2014_rev13_6_14.xls

Posted from WordPress for Android Kkgsatubojonegoro

Kategori:Uncategorized

Teknik Penulisan Catatan Pustaka


TEKNIK PENULISAN CATATAN PUSTAKA

Oleh: Moh. Zamzuri

Pada bagian sebelumnya sudah dibahas tentang penulisan daftar pustaka. Penulisan daftar pustaka berkaitan dengan catatan pustaka. Catatan pustaka bisa langsung dicantumkan dalam teks sehingga memudahkan pembaca.

            Ada beberapa teknik penulisan catatan pustaka yang lazim digunakan (cf. Sudjiman dan Sugono 1987; Arifin 1987, Effendi, 1978).

  1. Apabila nama pengarang dicantumkan dalam teks, nama pengarang atau nama akhir pengarang langsung diikuti tanda kurung yang berisi tahun terbit, tanda titik dua, dan nomor halaman.

Contoh:

Harsono (1988: 23) mengatakan bahwa ….

  1. Apabila nama pengarang tidak dicantumkan dalam teks, nama akhir pengarang, tahun terbit, dan nomor halaman dapat dicantumkan dalam kurung pada akhir pernyataan sebelum tanda baca (tanda titik). Urutan pencantuman: nama akhir pengarang, tanda koma, tahun terbit, tanda titik dua, nomor halaman.

Contoh:

“Nilai surat sebagai sarana komunikasi terletak pada mudah atau tidaknya surat itu dipahami oleh pembaca” (Warsiman, 1990:33).

  1. Apabila ada dua pengarang, kedua nama akhir pengarang dicantumkan di dalam kurung dengan urutan seperti yang terdapat pada sumber data dan dihubungkan dengan kata dan, diikuti tanda koma, tahun terbit, tanda titik dua, dan nomor halaman.

Contoh:

“Catatan merupakan tambahan karangan tentang fakta, teori, atau pernyataan yang dikemukakan dalam uraian” (Sudjiman dan Sugono, 1986:64).

  1. Apabila pengarang lebih dari dua orang, nama akhir pengarang pertama diikuti singkatan dkk.

Contoh:

Menurut Sirait dkk. (1985:25-26), jenis-jenis khusus narasi adalah: otobiografi dan biografi, anekdot dan insiden sketsa, seperti profil.

  1. Apabila ada lebih dari satu karya yang diterbitkan dalam tahun yang sama dari seorang pengarang, digunakan huruf kecil sebagai pembeda di belakang tahun terbit. Hal ini disesuaikan dengan daftar pustaka dengan aturan: urutan huruf pembeda didasarkan pada huruf awal judul buku.

Contoh:

  • Judul buku: Argumentasi dan Narasi

Penolakan merupakan sebuah proses penalaran dalam kerangka berargumentasi (Keraf, 1985a:80).

  • Judul buku: Eksposisi dan Diskripsi

Menurut Keraf (1985b:34), “klasifikasi merupakan suatu proses yang bersifat alamiah untuk menampilkan pengelompokan sesuai dengan pengalaman manusia”.

  1. Apabila beberapa pengarang diacu bersama-sama, nama-nama pengarang akhir pengarang, tahun terbit, dan nomor halaman ditulis dalam satu kurung dengan pemisah tanda titik koma.

Contoh:

….dalam suatu waktu (Koentjaraningrat, 1985:12; Harsojo, 1987: 23; Ahmadi, 1986:17).

  1. Apabila pustaka acuan berjilid, nomor jilid ditulis dengan angka sesudah tahun terbit dengan dinaikkan setengah spasi.

Contoh:

Tim A3 (1987:20) berpendapat bahwa argumentasi dapat terdiri atas satu kalimat saja, atau terdiri atas beberapa kalimat.

  1. Apabila pustaka acuan tidak memiliki tahun terbit, dituliskan Tanpa Tahun pada bagian tahun.

Contoh:

…. dalam lingkup sastra (Sutopo, Tanpa Tahun: 25)

  1. Apabila pustaka acuan mengacu pada pendapat orang lain, cara penulisan sama dengan cara di atas, hanya saja petunjuk tahun dan nomor halaman buku asli tidak dituliskan.

Contoh:

Buku acuan (Tarigan, 1984:32) berbunyi: kemampuan membaca sepintas ini memang sangat bermanfaat. Oleh karena itu, sang guru harus mengajarkan ketrampilan ini kepada anak didiknya (Samsuri, 1987:296).

Apabila pendapat itu diacu, cara penulisannya: Samsuri (Tarigan, 1984:32) berpendapat bahwa kemampuan membaca sepintas sangat bermanfaat. Oleh karena itu, guru harus mengajarkan ketrampilan itu kepada anak didiknya.

Atau

“Kemampuan membaca spintas ini sangat bermanfaat. Oleh karena itu, sang guru harus mengajarkan ketrampilan ini kepada anak didiknya” (Samsuri, dalam Tarigan, 1984:32).

  • Apabila penulis menambah pendapat, mengurangi pendapat, atau mengubah pendapat pada bahan acuan, cantumkanlah cf. Atau conf (confer berarti bandingkan) sebelum nama akhir pengarang.

Contoh:

Buku acuan (Sumantri, 1987:14) berbunyi: jenis surat dapat dilihat dari segi isi, pengirim, wujud, sifat, cara menyampaikan, urgensi penyelesaian, sasaran maksud, tujuan dan sebagainya.

Menjadi:

Jenis surat dapat digolongkan berdasarkan isi dan pengirim, sifat isi, keamanan isi, wujud, maksud dan tujuan, dan urgensi penyelesainnya (cf. Sumantri, 1987:14).

Catatan pustaka bisa berwujud ulasan atau kutipan orang lain maupun diri sendiri. Kutipan yang diungkapkan dengan bahasa dan gaya pengutip disebut kutipan tak langsung, sedangkan yang sama persis dengan aslinya disebut kutipan langsung.

Beberapa teknik kutipan langsung yang lazim dipakai adalah sebagai berikut (cf. Sudjiman dan Sugono, 1986:18; Keraf, 1990:183).

  • Kutipan langsung yang kurang dari empat baris langsung ditempatkan di dalam teks di antara tanda petik dengan jarak baris sama dengan baris dalam teks.

Contoh:

Jadi, kita harus menggunakan tanda pisah. “Dalam pengetikan, tanda pisah dinyatakan dengan dua buah tanda hubung tanpa spasi sebelum dan sesudahnya” (Depdikbud, 1984:14).

  • Kutipan langsung yang terdiri dari empat baris atau lebih dari empat baris ditempatkan tersendiri di bawah baris terakhir teks yang mendahuluinya. Kutipan ditulis tanpa tanda petik, menjorok ke dalam lima ketukan dari margin kiri (seperti alinea), dengan jarak antarbaris satu spasi.

Contoh:

Argumentasi adalah suatu retorika yang berusaha untuk mempengaruhi sikap dan pendapat orang lain; agar mereka itu percaya dan akhirnya bertindak sesuai dengan yang diinginkan oleh penulis atau pembaca. Melalui argumentasi penulis berusaha merangkaikan fakta-fakta sedemikian rupa, sehingga ia mampu menunjukkan apakah suatu pendapat atau suatu hal tertentu itu benar atau tidak.

  •  Apabila sumber acuan tertulis dalam bahasa asing, semua unsur bahasa asing diberi garis bawah pada tiap katanya atau dicetak dengan huruf miring.

 

Buku Sumber:

Warsiman. 2012. Bahasa Indonesia yang Benar: Pengantar Menuju Kemahiran Berbahasa. Surabaya: Unesa University Press.

Visi dan Misi Calon Presiden-Wakil Presiden tentang Pendidikan


kkgsatubojonegoro:

Yuk kita Cermati Visi-Misi Capres di bidang Pendidikan

Originally posted on tentang PENDIDIKAN:

Pemilu Presiden Tahun 2014 sudah dipastikan hanya akan diikuti oleh 2 (dua) pasangan saja, Jokowi-Jusuf Kalla dan Prabowo–Hatta Rajasa. Kedua pasangan inipun telah mendaftarkan diri dan menyerahkan dokumen visi dan misinya ke Komisi Pemilihan Umum, sebagai salah satu persyaratan administratif yang harus dipenuhi oleh setiap Calon Presiden-Wakil Presiden.

Tentu saja, visi dan misi ini masih sebatas gagasan yang terdokumentasikan tentang apa yang akan mereka lakukan terhadap kelangsungan bangsa dan negeri ini ke depan, manakala terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden pada periode mendatang (2014 – 2019).

Visi dan misi kedua pasangan ini pada dasarnya berisi sejumlah komitmen yang akan dilakukan. Sebagai insan pendidikan, tentu saja kita merasa berkepentingan dan perlu mencermati tentang apa dan bagaimana komitmen dari kedua pasangan Calon Presiden dan Wakil terhadap pendidikan.

Merujuk pada dokumen visi dan misi yang ditawarkan oleh kedua pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden, berikut ini disajikan cuplikan komitmen masing-masing pasangan terhadap…

View original 55 more words

Kategori:Uncategorized
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.